Kaulah sang idealis
Penyetrika kertas kusut keadilan
Ujung tombak penggali fakta kebenaran Penyambung tali usang nilai-nilai yang kian merapuh (+) Dahulu Konon katanya Kaulah penolong si hina Pembuka jalan menuju cahaya Ilahi Penyelamat nyawa dari siasat pembawa kematian (+) Dahulu Di pundakmu segala harap Pada lidahmu bertengker semua amanah Padamu si miskin berharap lepas dari segala sengsara (+) Itu dahulu Kini entah bagaimana Ku dengar kau tak lagi idealis Ku dengar kau tak lagi punya nurani Kesengsaraan si miskin kau biarkan begitu saja Keadilan, begitu juga kebenaran telah kau gadai dimana-mana (+) Kalau dulu kau diajari teori keadilan Tapi kini justru kau peraktekkan sikap licik dan culas Kalau dulu kau diberi toga penyibak kegelapan Tapi kini justru kau menutupi cahaya suci kebenaran Demi materi kau rela dijadikan budak oleh para penguasa Pun begitu juga demi harta harga dirimu rela kau tukar-tukar (+) Oh, pejubah hitam Para pengacaraku Pembela mahkota keadilan Dalam permainan kata ini Aku mengajakmu pulang Masuklah kedalam sumur kemuliaan Cuci kembali togamu itu dari noda-noda kehinaan Salam dariku Sobatmu Nanda :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar