Senin, 26 Agustus 2013

Menggugah Pejubah Hitam

Konon katanya
Kaulah sang idealis
Penyetrika kertas kusut keadilan
Ujung tombak penggali fakta kebenaran
Penyambung tali usang nilai-nilai yang kian merapuh
 
(+)
Dahulu
Konon katanya
Kaulah penolong si hina
Pembuka jalan menuju cahaya Ilahi
Penyelamat nyawa dari siasat pembawa kematian
 
(+)
Dahulu
Di pundakmu segala harap
Pada lidahmu bertengker semua amanah
Padamu si miskin berharap lepas dari segala sengsara
 
(+)
Itu dahulu
Kini entah bagaimana
Ku dengar kau tak lagi idealis
Ku dengar kau tak lagi punya nurani
Kesengsaraan si miskin kau biarkan begitu saja
Keadilan, begitu juga kebenaran telah kau gadai dimana-mana
 
(+)
Kalau dulu kau diajari teori keadilan
Tapi kini justru kau peraktekkan sikap licik dan culas
Kalau dulu kau diberi toga penyibak kegelapan
Tapi kini justru kau menutupi cahaya suci kebenaran
Demi materi kau rela dijadikan budak oleh para penguasa
Pun begitu juga demi harta harga dirimu rela kau tukar-tukar
 
(+)
Oh, pejubah hitam
Para pengacaraku
Pembela mahkota keadilan
Dalam permainan kata ini
Aku mengajakmu pulang
Masuklah kedalam sumur kemuliaan
Cuci kembali togamu itu dari noda-noda kehinaan
 
Salam dariku Sobatmu Nanda :)

Tidak ada komentar: